PENTING !

Harry Benjamin's Syndrome sesuai dengan peraturan standar internasional, harus dinyatakan oleh 2 orang psikiater atau 1 orang psikiater dengan 1 orang dokter. Tidak ada Jalan Pintas dalam berjalan dengan Harry Benjamin's Syndrome. Untuk bergabung dengan Support Grup dan mengetahui para ahli-ahli medis yang kami rekomendasikan, anda dapat menghubungi kami lewat Email : HBS.Indonesia@gmail.com.

Jumat, 03 Februari 2012

Wawancara Norman Swan dengan Louis Gooren



Wawancara Norman Swan dengan Louis Gooren 



Gender Dysphoria
Senin, 4 September 2000



Ringkasan: Profesor Louis Gooren menjalankan klinik nasional Belanda bagi orang-orang yang mengidap “gender dysphoria” (ketika orang merasa bahwa mereka terjebak di dalam tubuh yang salah dan ingin mengada sebagai kebalikannya). Klinik ini merupakan yang terbesar di dunia dan Profesor Gooren berada di Australia sebagai Profesor Tamu untuk Minggu Klinik di Rumah Sakit Concorde, Sydney.
========================================================================

Jika saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ada klinik yang dipersiapkan untuk melihat anak-anak berumur 5 tahun yang memperlihatkan tanda-tanda gender dysphoria (perasaan beradadi tubuh yang salah dan ingin eksis sebagai jenis kelamin kebalikannya) bahwa klinik ini menyetujui pemberian hormon kepada anak-anak tersebut saat mereka agak besar, kemungkinan Anda akan terkejut, lalu berpikir hal itu merupakan kecenderungan perkara gila di California.

Hmm, mungkin Anda keliru. Itu sungguh terjadi di pusat endokrinologi paling bergengsi, di pusat studi hormon, dan direkturnya telah berada di Australia selama berlangsungnya Minggu Klinis di Rumah Sakit Concord, Sydney. Dialah Profesor Louis Gooren, dari Universitas Free, Amsterdam.

Louis Gooren: Saya telah tertarik sejak lama dalam bidang hormon seks, sehingga saya mulai bekerja dengan komunitas transseksual pada pertengahan tahun ’70-an, tepatnya pada tahun 1974. Bagi saya, itu juga merupakan eksperimen dan sungguh sangat berhasil –kedua belah pihak sama-sama suka. Dan sejak itu, saya telah menangani 2200 kasus transseksual. Pasien yang masuk setiap tahunnya sangat konstan. Kami menerima 150 orang baru setiap tahunnya, dan 90 orang di antaranya menjalani perawatan hormon dan operasi. Jumlah tersebut amat, sangat stabil selama bertahun-tahun.

Norman Swan: Jadi, apa definisi Anda tentang transseksualisme?


Louis Gooren: Transseksualisme adalah perasaan yang tak dapat diperbaiki untuk berada di dalam jenis kelamin kebalikannya. Maksud saya, Anda punya tubuh jantan, secara intelektual Anda mengenalinya, tetapi Anda tidak merasa bahwa itu tubuh Anda. Anda merasa itu merupakan suatu kesalahan; perasaan Anda merupakan bagian dari jenis kelamin kebalikan tubuh Anda, dan dalam hal itu Anda tak dapat dikoreksi. Tak seorang pun dapat meyakinkan Anda bahwa Anda memang sebagaimana tubuh Anda. Tak ada jalan lain bagi seorang transseksual untuk menyesuaikan tubuh dengan pikirannya.

Norman Swan: Anda bicara tentang diagnose. Bagaimana Anda mendiagnosa? Apakah Anda sedang membicarakan tentang pendiagnosaan fisik terhadap transseksual di sini?

Louis Gooren: Tidak, belum. Mungkin nanti di masa mendatang ketika kita mengerti lebih jauh lagi tentang fisiologi otak transseksual. Tapi sekarang kita harus mengandalkan pada laporan pribadi transseksual bersangkutan, dan hal itu merupakan alarm bagi kalangan medis, itu juga membangunkan banyak orang awam. Bagaimana Anda bisa mempercayai orang dalam hal ini? Saya beritahu Anda, dari pengalaman bekerja selama lebih dari 25 tahun dengan transseksual, tak ada seorang pun dari mereka yang melakukannya sebagai keisengan. Atau, siapa pun yang berpikir secara masuk akal tentang hal ini: siapa yang pergi ke dokter dan memintanya untuk merusak alat kelaminnya? Sungguh-sungguh tak ada atraksi apa pun dalam hal ini. Jadi, hanya mereka yang benar-benar asli transseksuallah yang mencari jenis pertolongan seperti itu.

Norman Swan: Tadi Anda mengatakan bahwa Anda melihat mereka sebagai subjek eksperimen. Maksud saya, itu sungguh-sungguh atas persetujuan mereka, pun mereka bersedia menjadi bagian dari eksperimen tersebut. Studi macam apa yang sebenarnya Anda lakukan?

Louis Gooren: Kami berminat menemukan penyebab transseksualisme. Dan perlu Anda tahu, bahkan saya masih belum mengerti hingga setelah 25 tahun ini dan sudah bertemu dengan lebih 2000 transseksual. Namun, dalam pemahaman kami tentang fungsi seks binatang, kami sekarang mengerti bahwa tidaklah cukup hanya memiliki sel telur, sperma serta gonad yang tepat; Anda juga butuh otak yang memprogram untuk bertingkah seperti tikus, kuda atau babi jantan; ataukah seperti tikus, kuda atau babi betina. Itulah yang tampaknya juga terjadi pada ras manusia. Anda butuh otak yang memprogram untuk hidup dan bersikap sebagai laki-laki. Jadi, yang saya maksud adalah: punya penis dan sel sperma saja tidaklah cukup, Anda butuh program otak Anda untuk membawanya ke vagina perempuan sehingga bisa bertemu dengan sel telurnya – sebaliknya, itu pula yang terjadi dengan perempuan: vagina dan sel telur saja tidak cukup. Jadi, apa yang biasanya kita lakukan dalam kehidupan manusia adalah menentukan seseorang yang lahir dengan penis sebagai laki-laki dan yang lahir dengan vagina pastilah perempuan. Itu memang benar, tak perlu mengubah praktek itu. Akan tetapi, kami tahu dari penelitian ilmiah kami bahwa diferensiasi otak belum terjadi pada tahap tersebut. Justru terjadinya setelah kelahiran.

Norman Swan: Karena pengaruh lingkungan atau genetik? Masalahnya banyak sekali debat tentang hal itu.

Louis Gooren: Kami tidak tahu. Tapi saya pikir ini merupakan otomatisme biologis karena hal ini nyaris tak pernah salah. Jika itu terpengaruh oleh lingkungan saya akan setuju untuk percaya, dan sekali lagi saya tegaskan saya hanya bisa bilang “setuju” untuk percaya, yang berarti akan ada banyak sekali kecelakaan. Namun hampir mungkin semuanya seperti ini, jadi semuanya ini benar. Diferensiasi otak hampir selalu bersesuaian dengan kriteria genital, jadi jika Anda punya penis, hampir bisa dipastikan bahwa Anda mempunyai diferensiasi otak laki-laki. Katakanlah hanya dalam 60 sampai 70 laki-laki dari 16 juta orang di negara seperti Belanda yang begitu, bahwa itu terjadi sebaliknya.

Norman Swan: Berapa banyak perempuannya?

Louis Gooren: Sekitar sepertiga dari total populasi transseksual, jadi kita lihat 150 pasien dengan permasalahan gender tiap tahunnya, dan dua-pertiganya adalah laki-laki lalu selebihnya adalah perempuan.

Norman Swan: Sebelum kita sampai pada ranah biologi, ada satu kebingungan yaitu antara pilihan seksual dan identitas seksual, juga derajat di mana keduanya bisa tumpang-tindih.

Louis Gooren: Tak ada tumpang-tindih sama-sekali. Identitas seksual mengacu pada pertanyaan: “Apakah Anda menidentifikasi diri sebagai lelaki atau perempuan?”, dan pilihan seksual adalah orang yang Anda sukai untuk berhubungan seks. Keduanya merupakan dua entitas berbeda dalam diri seseorang, keduanya merupakan hal yang terpisah satu-sama lain dalam diri seseorang untuk bisa sampai pada pemahaman tentang orientasi seksual. Homoseksual –baik lelaki atau perempuan– tidak punya masalah dalam penerimaan tubuh mereka sebagaimana adanya, tapi justru di situlah masalah utama yang membelit seorang transseksual. Mereka tidak mampu menerima tubuh biologis mereka apa adanya.

Norman Swan: Dengan kata lain, bisa terjadi ada seorang laki-laki yang mengidentifikasi diri sebagai perempuan dan lalu tertarik kepada perempuan juga?

Louis Gooren: Oh ya, itu memang terjadi.

Norman Swan: Jadi, ketika operasi penyesuaian kelamin sudah dilakukan, mereka secara efektif adalah lesbian?

Louis Gooren: Tepat sekali, dan itu sungguh terjadi. Tapi, apa yang kami lakukan berkaitan dengan transseksual adalah untuk merekonsiliasi citra diri mereka terhadap dunia luar. Itulah tugas utama kami.

Norman Swan: Sebelum kita membahas soal hormon, mari kita bicara soal otak. Seluruh ihwal tentang seks otak ini benar-benar sangat controversial. Dapatkah Anda memberitahu seseorang orientasi seksualnya dari hasil Anda melihat otak dan fungsi otaknya? Dapatkah Anda juga memberitahunya apa identitas seksualnya? Apa yang telah Anda temukan?

Louis Gooren: Dalam penelitian post-mortem (subjek yang diteliti sudah mati), kami menemukan bahwa satu nucleus tertentu di dalam hipotalamus –yang merupakan salah satu bagian otak lebih tua terkait evolusi – memiliki perbedaan-perbedaan seksual tertentu. Perbedaan-perbedaan seksualnya minimal; mayoritas terbesar otak identik dalam diri laki-laki dan perempuan, tetapi ada bagian-bagian terttentu di dalam hipotalamus yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Salah satu bagian tersebut adalah nukleus stria terminalis otak, Itu istilah teknis yang mengacu pada bagian tertentu otak. Ukuran, jumlah sel, serta sifat kimianya berbeda antara milik laki-laki dan milik perempuan. Nah, yang kami temukan adalah bahwa di dalam otak seorang transseksual male-to-female (MtF) atau laki-laki yang memiliki peran perempuan, bagian tersebut identik dengan tipe nukleus yang kami temukan di dalam otak perempuan biasa. Sebaliknya hal itu juga terjadi pada female-to-male yang bagian otaknya tersebut identik dengan otak laki-laki walaupun jumlah penelitiannya masih relatif lebih sedikit. Bagian otak ini di dalam otak female-to-male terdiferensiasi dalam pola laki-laki.

Norman Swan: Jadi, Anda punya bukti tak langsung bahwa itu adalah sebab dan akibat, bahwa bagian otak itu mungkin amat –

Louis Gooren: Paling tidak, kami melihat adanya korelasi namun kami tidak tahu mana yang lebih dulu: identitasnya baru kemudian nukleus otaknya, ataukah nukleus otak duluan baru kemudian identitasnya. Tapi paling tidak, kami melihatnya saling berkorelasi. Pada tataran tertentu, kami menemukan organisasi yang berbeda dalam otak transseksual dibandingkan dengan yang non-transseksual. 

Norman Swan: Sekarang hipotalamus membawa beberapa fungsi yang sangat mendasar di dalam tubuh, melakukan pengaturan: pengaturan suhu, nafsu makan dan hormon. Apa yang sebetulnya dilakukan oleh titik kecil otak ini?

Louis Gooren: Tak seorang pun yang benar-benar tahu. Kebanyakan informasi kami tentang otak datang dari kecelakaan-kecelakaan dalam otak. Lebih mudah melakukan eksperimen dengan binatang, Anda tinggal mencabut nukleusnya dan melihat fungsi apanya yang gagal. Tapi Anda tidak bisa melakukan itu terhadap manusia. Saat ini seluruh informasi yang kami miliki atas subjek manusia berasal dari hal-hal medis yang tidak berjalan semestinya di dalam tubuh. Jika bagian tertentu itu disertang tumor dan tak berfungsi lagi, maka kami tahu fungsi apa yang hilang. Tapi kami betul-betul tidak punya banyak informasi yang berkaitan dengan diferensiasi seks di dalam otak.

Norman Swan: Sebagai seorang ahli endokrin, Anda juga telah melihat hormon di dalam tubuh transseksual. Apa yang Anda temukan?

Louis Gooren: Kami menemukan banyak hal menarik. Mudah mengatakannya, tapi apa yang saya maksud? Mungkin menarik bagi audiens Anda untuk mengetahui bahwa penemuanpenemuan tentang apa yang terjadi dengan hormon di dalam tubuh transseksual sangatlah relevan untuk kalangan awam. Sekarang ini marak dibicarakan tentang apa kerja hormon bagi tulang laki-laki dan perempuan. Terkait dengan transseksual, Anda dapat dengan sangat tepat mempelajari bagaimana kerja hormon laki-laki di dalam tulang perempuan dan apa kerja hormon perempuan di dalam tulang laki-laki.

Norman Swan: Apakah ini dari terapi disbanding dari situasi sebelum perawatan?

Louis Gooren: Benar sekali.

Norman Swan: Sebelum kita bahas terapi bagi para penderita transseksual, bagaimana dengan kondisi alamiahnya? Adakah perbedaan dalam hormon antara transseksual dan non-transseksual?

Louis Gooren: Tidak ada. Sungguh-sungguh tidak ada perbedaan antara transseksual, homoseksual ataupun heteroseksual.

Norman Swan: Jadi, waktu Anda menangani seorang laki-laki yang yakin bahwa dirinya adalah perempuan dan kemudian Anda melakukan proses mengubahnya menjadi perempuan baik secara hormonal maupun secara fisik pada akhirnya, bisakah Anda jelaskan gagasan pemberian hormon tersebut? Apa yang diterima seorang perempuan yang ingin menjadi lelaki?

Louis Gooren: Relatif sangat mudah. Bagi seorang laki-laki yang ingin jadi perempuan, beri saja hormon yang menekan testosteronnya lalu tambahkan dengan hormon untuk mem-femininkannya yaitu estrogen. Dan untuk female-to-male, Anda hanya memberinya androgen saja, itu untuk memaskulinkan tubuh.

Norman Swan: Jadi, seolah-olah Anda memperoleh situasi eksperimental untuk menguji hormon-hormon itu di sini dan tentu hormon-hormon tadi sudah ada di dalam tubuh laki-laki dan perempuan tapi dalam proporsi berbeda. Begitu?

Louis Gooren: Ya, benar.

Norman Swan: Mohon jelaskan, apa yang terjadi saat testosteron dimasukkan ke dalam tubuh perempuan?

Louis Gooren: Sangat banyak pengaruhnya. Kami sangat berhati-hati mempelajari pengaruhnya untuk tulang. Yang bisa kita lihat adalah metabolism tulang berubah, pergantian tulangnya jadi makin cepat. Mereka akan kehilangan tulang lebih cepat tapi juga sekaligus mendapat gantinya lebih cepat dengan hasil yang sama. Jadi, hormon tersebut memelihara tulang. Sebaliknya, estrogen bekerja jauh lebih baik di dalam tubuh laki-laki. Jauh lebih mudah menjaga massa tulang dalam tubuh laki-laki yang menerima asupan estrogen daripada tubuh perempuan yang menerima androgen. Ada pelajaran penting: sekarang kami tahu bahwa dalam populasi umum laki-laki, estrogen benar-benaar amat penting untuk menjaga massa tulang. Ambil contoh fungsi testis yang menurun sejalan bertambahnya usia, maka kami harus memperhatikan kecukupan estrogen yang ada untuk menjaga agar tulang laki-laki tetap sehat di usia tua. Inilah pesan kami yang sangat penting.

Norman Swan: Jadi, intinya adalah jika Anda ingin melindungi tulang, Anda juga harus memberikan estrogen karena testosteron saja tidak cukup.

Louis Gooren: Ya, begitulah.

Norman Swan: Lalu, bagaimana dengan penyakit jantung koroner? Karena Anda berbicara tentang orang-orang yang secara genetik laki-laki atau perempuan, apakah estrogen dalam tubuh laki-laki melindunginya dari penyakit jantung koroner?

Louis Gooren: Tidak persis begitu. Maksud saya adalah kami sangat terkesan dengan hasil yangada khususnya untuk tubuh perempuan yang menerima asupan androgen, betapa kecilnya efek yang mereka miliki atas semua jenis faktor resiko terkait penyakit jantung koroner. Jadi,ceritacerita yang mengatakan bahwa androgen bertanggung-jawab terhadap tingginya tingkat penyakit jantung koroner di antara laki-laki sepertinya harus direvisi. Itu adalah faktor lain, boleh jadi soal gaya hidup.

Norman Swan: Dalam soal pengaruh, apa yang Anda katakan adalah bahwa di luar akibat ataupun berkurangnya akibat terhadap tulang, Anda tidak melihat sesuatu yang buruk dan pemaskulinan yang terjadi seperti tumbuhnya bulu-bulu wajah dan bertambahnya massa otot menurut Anda bukan merupakan akibat sampingan yang mengerikan?

Louis Gooren: Tidak banyak.

Norman Swan: Bagaimana dengan kanker?

Louis Gooren: TIdak, kami belum menemukan kanker yang berhubungan dengan hormon dalam tubuh transseksual. Kasus kanker terhadap transseksual memang ada, tapi –

Norman Swan: Tak lebih dari populasi umum.

Louis Gooren: Betul.

Norman Swan: Pembicaraan menarik tentang itu adalah melakukannya dengan – kita sedang bicara persis sebelum Olimpiade di mana masyarakat sangat gusar terhadap gagasan penggunaan androgen, yaitu hormon dasar laik-laki, untuk menambah massa otot dan seluruh fenomena penggunaan steroid di gymnasium atau fitness center di mana orang berseru, “Lihat, ini obat-obatan berbahaya.” Implikasinya adalah ternyata bahwa itu tak seberbahaya yang orang katakan.

Louis Gooren: Anda sedang bicara tentang dosis hormon yang berbeda. Banyak atlet yangmembeli hormon dan menggunakannya atas inisiatif sendiri –katakanlah– sepuluh kali dari yangdirekomendasikan bagi perawatan laki-laki yang kekurangan testosteron. Ada hal lain yangmasuk ke dalam masalah tersebut. Maksud saya, jika Anda bertarung dalam olahraga, Anda harus bertarung secara fair, Anda tak perlu mengambil keuntungan yang tak adil atas orang lain. Harap diingat, ini adalah dua isyu yang sangat berbeda jika Anda ingin bicara soal ini.

Norman Swan: Jadi, apa yang telah Anda pelajari dari pekerjaan Anda di luar apa yang Anda katakana tadi: tentang perawatan osteoporosis, penyakit tulang?

Louis Gooren: Apa yang telah kami pelajari adalah jika laki-laki kekurangan testosteron danAnda menyulihnya dengan hormon seperti androgen yang kami pakai, Anda harus melihatkondisi tulangnya dengan amat hati-hati. Apakah itu cukup, atau apakah mungkin Anda harus menambah estrogen untuk menjaga tulangnya tetap kuat dan sehat?

Norman Swan: Dan untuk perempuan, beberapa ahli endokrin akan menggunakan hormon laki-laki untuk perempuan untuk membangun tulang ketika mereka mulai nekad.

Louis Gooren: Ya, itu merupakan tindakan yang berbeda dibandingkan dengan estrogen tapi tampaknya estrogen relatif mampu menjaga tulang tetap kuat.

Norman Swan: Akankah Anda bilang bahwa terjadi penggunaan berlebihan terkait peran hormon laki-laki di kalangan perempuan, khususnya perempuan tua, sebagai penanganan osteoporosis?

Louis Gooren: Mungkin saja. Tapi juga mungkin merupakan cara lain penanganan di mana Anda mengatakan bahwa saya membatasi jumlah estrogen dan saya memberi androgen sebagai tambahan untuk menjagai kesehatan tulang. Namun ini sungguh-sungguh merupakan ihwal yang amat sulit dan sensitif. Sulit untuk langsung mengatakan “ya” atau “tidak”.

Norman Swan: Apakah transseksual yang telah dirawat memiliki usia harapan hidup yang lebih pendek?

Louis Gooren: Tidak, sejauh yang kami tahu. Dibutuhkan tindak-lanjut yang jauh lebih lama dari transseksual bersangkutan. Tapi, sejauh lebih dari 25 tahun saya menangani transseksual, tak pernah ada laporan angka kematian yang meningkat, juga tak ada angka penyakit yang naik. 

Norman Swan: Sekarang, mari kita bahas secara utuh tentang mereka yang menderita gender dysphoria, Anda menangani orang-orang yang sedemikian muda: seberapa mudakah mereka?

Louis Gooren: Kami harus mengamati mereka yang berumur lima, enam, tujuh.

Norman Swan: Lima, enam, tujuh?

Louis Gooren: Ya. Pendengar Anda tak perlu panik, kami tidak memberi hormon kepada anakanak ini. Tetapi mereka kami tindak-lanjuti. Mereka mampu menceritakan kisah mereka, dan memiliki kepastian kapan masalah mereka berubah serius. Mereka akan menerima penanganan saat mereka beranjak besar. Apa yang kami sadari dari keterbatasan pengalaman kami adalah bahwa tidak semua anak menunjukkan perilaku berlawanan-gender ini –anak perempuan yang suka main sepakbola atau anak lelaki yang kemayu serta suka duduk merenda dan tak bermain dengan anak-anak lelaki yang lain– menjadi transseksual ketika mereka beranjak besar. Bukan itu kasusnya. Sebagian dari mereka kemudian jadi homoseks. Intinya lebih pada anak-anak itu memiliki kepastian apakah diri mereka transseksual ataukah kapan kiranya ketransseksualan mereka akan mencuat di masa mendatang di mana mereka akan menerima perawatan. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk menindak-lanjuti . Dan seperti saya katakan tadi, Anda akan memahami sesuatu jika Anda menindak-lanjuti pengamatan sejak seorang anak berumur lima atau enam tahun. Hal yang sangat berani yang telah kami lakukan adalah memberi hormon pada anak-anak remaja. Itu bukan hormon dari lawan jenisnya melainkan hormon yang memblokir perkembangan mereka di masa remaja. Jadi, jika Anda pikir Anda adalah seorang gadis, melalui masa pubertas laki-laki, menjadi besar dan tinggi dengan tulang beserta rahang besar pun bulubulu  tubuh; maka itu semua bisa kami hambat dengan perawatan hormon yang kami berikan. Kami tidak memasukkan cirri-ciri seks perempuan pada usia itu.

Norman Swan: Anda memblokir kelelakian mereka.

Louis Gooren: Ya.

Norman Swan: Seberapa sering Anda melakukannya?

Louis Gooren: Tidak terlalu sering, paling-paling lima atau enam kasus setiap tahunnya.

Norman Swan: Tolong ceritakan kisah tipikal yang membuat Anda yakin diri melakukannya dan juga nasihat bagi para orangtua. Seberapa dysphoric seorang anak untuk bisa menjalani tahap tersebut?

Louis Gooren: Harus sangat dysphoric. Maksud saya, anak-anak biasanya suka bertingkah seolah-olah mereka bukan seperti tubuh biologisnya yang tampak, dan mereka selalu bersikap seperti lawan jenisnya. Mereka menjadi sedemikian pemilih ketika mereka dimasukkan ke dalam kategori jenis kelamin bologis. Orangtua pasti melihat hal itu, dan sebagian besar orangtua adalah para pendukung terbesar dari intervensi ini. Mereka bilang, “Sulit sekali, kami tak dapat menyesuaikan anak kami ke dalam kategori jenis kelamin yang Anda kira.”

Norman Swan: Jika Anda mengambil 2000 orang aneh yang Anda tangani, rata-rata di usia berapa pertamakali mereka akan memberitahu bahwa mereka merasa diri mereka adalah lawan jenisnya?

Louis Gooren: Dengan amat beragam, mereka mengatakan bahwa mereka mulai merasakannya pada usia yang sangat muda. Mereka betul-betul menjadi orang yang bukan diri mereka. Yang saya maksud adalah jika Anda laki-laki yang merasa diri Anda perempuan tapi memiliki kerangka tulang dan rahang besar juga bulu lebat sebagaimana yang dimiliki ras Kaukasia, di sinilah Anda benar-benar bukan diri Anda sekaligus menjadi sangat mengerikan bagi orang lain. Untuk memperbaiki hal ini dalam kehidupan Anda di kemudian hari butuh biaya sangat mahal serta rasa sakit yang tak tertahankan sehingga akan menghambat seluruh kehidupan Anda. Tampak bahwa kita semua sebetulnya tunduk pada tirani mata kita; kita menghakimi orang lain berdasarkan pada apa yang kita lihat. Sesopan apapun Anda, jika Anda melihat seorang perempuan dengan rahang, tangan dan kaki besar-besar, Anda akan berasosiasi tertentu. Hal konyol tersebut tentu dapat dihindari jika Anda tahu sejak awal. Itulah hal yang saya sadari kenapa kami harus amat sangat berhati-hati. Namun, keputusan-keputusan yang mereka ambil tersebut tidaklah terjadi dalam waktu semalam; itu merupakan tindak lanjut yang bersangkutan setelah 5 atau 6 tahun menjalani prosesnya.

Norman Swan: Seandainya Anda membuat kesalahan, dapatkan Anda hentikan terapinya lalu kembali ke masa pubertas mereka bahkan ketika mereka sudah berumur 20 atau 21?

Louis Gooren: Ya, memang bisa dikembalikan seperti itu, tapi kami belum pernah menemukan kasus demikian dalam kasus-kasus pubertas yang kami tangani. Seperti yang telah saya katakan, orangtua merupakan pendukung utama dari keputusan yang diambil untuk menangani anak-anak dengan kasus ini karena orangtualah yang sangat memahami anak-anak mereka. Norman Swan: Apakah kemudian anak-anak ini tumbuh menjadi sangat tinggi? Sebab salah satu yang terjadi selama masa puber adalah bahwa epifisanya –cakram pertumbuhan di lekukanlekukan tulang- menutup sehingga pertumbuhan terhenti; dan karena itu di bawah kendali hormone, saat pubertas terhenti, apakah lalu Anda mendapati pertumbuhan yang tak terbatas
misalnya bahwa anak-anak ini kemudian menjadi sangat tinggi? 

Louis Gooren: Bukan pertumbuhan tak terbatas. Kami punya cara-cara penggunaan endokrin lain untuk menghentikannya yaitu dengan sedikit senyawa hormon yang tidak aktif. Idealnya, kami lebih suka melihat anak-anak lelaki-ke-perempuan tubuhnnya jadi lebih kecil dan anakanak perempuan-ke-lelaki jadi lebih tinggi. Jadi, perbedaan rata-ratanya antara laki-laki dan perempuan di Negara barat bukanlah ukuran sentimeter. 

Norman Swan: Itu merupakan bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh kan?

Louis Gooren: Ya, tentu. Sebagian orang menuduh bahwa kami mengambil peran Tuhan.

Norman Swan: Apakah mereka golongan Patriarkh?

Louis Gooren: Betul. Tapi tuduhan mereka tidak benar. Tujuan kami hanyalah menolong orang.

Norman Swan: Apakah di klinik Anda juga terdapat staf perempuan, misalnya: terapis perempuan, dokter perempuan, dan staf perempuan lainnya?

Louis Gooren: Ya, tentu saja ada. Terapis yang merawat anak-anak yang lebih muda adalah seorang perempuan, dia sendiri juga memiliki anak-anak. Dia sungguh sangat berhati-hati dan bertanggung-jawab, siapapun boleh mengunjungi kliniknya untuk melihat betapa cara kerjanya sangat berhati-hati. Belanda sebetulnya adalah tempat yang menyenangkan tapi masyarakat sangat mengawasi Anda sebelah mata, begitupun pemerintahnya, penilik kesehatannya, dan media massanya juga sehingga mereka betul-betul memiliki hak untuk mengetahui apa yang terjadi. Tapi kami mampu menjelaskan tentang apa yang kami lakukan karena kami tidak membuat keputusan-keputusan secara instan, apalagi kami sendiri pun juga sangat konservatif. Anda tak akan percaya, tapi –

Norman Swan: Oh, saya percaya kok.

Louis Gooren: Terima kasih, baguslah kalau demikian.

Norman Swan: Louis Gooren, Profesor Endokrinologi dari Universitas Free, Amsterdam, mengatakan kepada kami bahwa tindak-lanjut jangka panjang dari anak-anak yang mereka tangani secara dini dalam masa puber mereka menunjukkan tingkat adaptasi yang sangat baik karena ketika mereka menjelang dewasa, sesungguhnya mereka tidak lagi seperti tubuh laki-laki atau tubuh perempuan mereka yang lama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bantuan endokrin yang mereka butuhkan tidaklah banyak.

Tamu:
Profesor Louis Gooren
Profesor Endokrinologi,
Universitas Free, Amsterdam
Belanda



Copyright ©1/2012 Diterjemahkan oleh: Prabha Mahojjwala
Hak Cipta Terjemahan ©1/2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar