PENTING !

Harry Benjamin's Syndrome sesuai dengan peraturan standar internasional, harus dinyatakan oleh 2 orang psikiater atau 1 orang psikiater dengan 1 orang dokter. Tidak ada Jalan Pintas dalam berjalan dengan Harry Benjamin's Syndrome. Untuk bergabung dengan Support Grup dan mengetahui para ahli-ahli medis yang kami rekomendasikan, anda dapat menghubungi kami lewat Email : HBS.Indonesia@gmail.com.

Jumat, 11 Januari 2013

Operasi Penegasan Kelamin untuk FtM dan MtF


Bagi banyak transseksual dewasa, operasi penegasan kelamin mungkin merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan tujuan hidup utama mereka dalam peran gender yang diinginkan. Walaupun operasi terhadap beberapa struktur tubuh berbeda dipertimbangkan selama penegasan seks, hal yang paling penting adalah operasi penegasan kelamin dan pembuangan organ reproduksi dalam. 

Teknik-teknik operasi telah berkembang sangat pesat selama 10 tahun terakhir ini. Operasi plastik dalam rangka penegasan kelamin dengan pemeliharaan sensasi neurologis saat ini merupakan standard yang tak bisa ditawar. Tingkat kepuasannya pun dewasa ini sangat tinggi (22). Tambahan pula, kesehatan mental dari individu yang bersangkutan tampak meningkat dengan keterlibatannya di dalam program perawatan yang menetapkan sebuah cara penanganan identitas gender yang meliputi terapi hormon dan operasi (24). 

Namun demikian, pasiennya haruslah layak serta siap menjalani prosedur yang dipersyaratkan (Tabel 17). Operasi penegasan kelamin untuk transseksual MTF terdiri dari gonadectomy (pembuangan organ reproduksi dalam), penectomy (pembuangan penis) dan pembuatan vagina (145, 146). Kulit penis biasanya dimasukkan ke dalam untuk membentuk dinding vagina. Kantong kemaluan akan dijadikan labia mayora (bibir luar). 


Dahulu operasi plastik hanyalah menmbuat klitoris buatan dan kepalanya, dengan mempertahankan ikatan pembuluh syaraf pada ujung penis sebagai pensuplai sensor syaraf ke klitoris. Namun, dewasa ini para dokter bedah plastic telah mengembangkan teknik-teknik yang ada untuk membentuk labia minora (bibir dalam). Sementara itu, para dokter ahli endokrinologi harus mendorong pasien transseksual yang bersangkutan untuk menggunakan “DILATOR” tamponnya untuk menjaga kedalaman dan lebar vagina melalui periode pasca-operasi hingga vagina baru yang dibentuk dapat sering dipakai untuk berhubungan seks. 

Respon seksual alat kelamin dan aspek-aspek fungsi seksual lainnya harus dipelihara setelah operasi penegasan kelamin (147). Operasi-operasi pendukung bagi penampakan feminin atau maskulin tidak termasuk di dalam cakupan panduan ini. Jika mungkin, malah diinginkan sesedikit mungkin operasi. Contohnya, terapi suara oleh ahli wicara lebih dipilih pada metode-metode operasi saat ini yang dirancang untuk mengubah pola titi-nada suara (148). 

Ukuran payudara pada para perempuan genetik pun menunjukkan spectrum yang sangat luas. Bagi orang-orang dengan kondisi transseksual yang membuat keputusan berdasarkan informasi paling akurat, operasi perbesaran payudara harus ditunda hingga –paling tidak– telah 2 tahun menjalani terapi estrogen  sehingga payudaranya dapat terus tumbuh berbarengan dengan stimulasi estrogen yang diberikan (90, 97). Upaya utama lainnya adalah pembuangan bulu-bulu tubuh dan wajah yang memberikan penampakan maskulin dengan menggunakan baik perawatan elektrolisis maupun sinar laser. Operasi yang lainnya, seperti operasi untuk membuat wajah tampak feminin, sekarang ini menjadi lebih populer.


TABLE 17. Kriteria kelayakan dan kesiapan operasi penegasan kelamin

Individu-individu yang menjalani perawatan hormon lintas-seks dipandang layak untuk melakukan operasi penegasan kelamin apabila mereka:
1. Cukup usia sesuai dengan yang ditentukan hukum di negaranya.
2. Telah menjalani perawatan hormon lintas-seks secara terus-menerus dan bertanggung-jawab selama 12 bulan (jika mereka tidak memiliki kontra-indikasi medis).
3. Telah berhasil terus-menerus menjalani Pengalaman Hidup Sungguh-sungguh di dalam peran gender yang dituju (RLE = Real Life Experience) secara penuh-waktu selama 12 bulan.
4. Telah (jika dibutuhkan oleh Psikiaternya) berpartisipasi secara berkala di dalam psikoterapi melalui RLE pada masa tertentu yang bersama-sama diputuskan oleh pasien yang bersangkutan dan psikiaternya.
5. Telah menunjukkan pengetahuan lengkap tentang seluruh aspek dari praktek operasi yang akan dijalani (misalnya: biaya yang dibutuhkan, lamanya waktu perawatan di rumah-sakit, komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi, rehabilitasi, dll).

Individu-individu, yang dirawat dengan hormon lintas-seks, harus memenuhi kriteria kesiapan berikut ini sebelum menjalani operasi penegasan kelamin:
1.  Kemajuan yang tampak dalam menghayati identitas gender-nya.
2. Kemajuan yang tampak dalam menghadapi pekerjaan, keluarga, dan berbagai hal antar-pribadi yang secara signifikan akan berdampak pada kondisi kesehatan mental yang lebih baik.

Operasi penegasan kelamin bagi transseksual FTM tidaklah terlalu memuaskan. Penampakan neopenis yang dibentuk saat ini sudah bagus namun operasinya sendiri harus dilakukan dalam beberapa tahap dan sangat mahal (152, 153). 

Ereksi penis baru tersebut dapat dicapai hanya jika ada beberapa alat mekanis yang dipasangkan pada penisnya, misalnya: sebatang silikon atau alat pemompa (154). Banyak pasien yang memilih metadoioplasty yang akan memperbesar atau membuat klitoris maju sehingga memungkinkannya untuk kencing berdiri. Kantung kelaminnya dibuat dari labia mayora dengan efek operasi plastic yang bagus, juga prosthesis testikel dapat dipasangkan sekaligus di situ.

Prosedur-prosedur ini –sebagaimana oopharectomy (pembuangan indung telur), vaginectomy (pembuangan vagina) dan hysterectomy (pembuangan rahin)– dilakukan setelah beberapa tahun terapi hormon serta dapat dengan aman dibuat secara vaginal dengan laparoskopi. 

Operasi lain yang sangat penting bagi seorang FTM yang menjalani transisi adalah mastectomy (pembuangan payudara). Ukuran payudara hanya menyusut sedikit dengan terapi androgen. Di antara pasien dewasa, diskusi tentang mastectomy biasanya terjadi setelah terapi hormon androgen dimulai. Karena beberapa remaja transseksual FTM baru menyadari siapa dirinya justru setelah mereka mengalami tumbuhnya payudara secara signifikan, mastectomy mungkin dapat dipertimbangkan sebelum usia 18.

Rekomendasi
  1. Kami merekomendasikan agar individu transseksual mempertimbangkan operasi penegasan kelamin hanya setelah dokter yang bertanggung-jawab terhadap terapi transisi endokrin dan psikiater memberikan saran kepada pasien untuk melakukan operasi. 
  2. Kami merekomendasikan agar operasi penegasan kelamin diberikan hanya setelah pasien tunduk menjalani perawatan hormon secara konsisten selama minimal 1 tahun. 
  3. Kami merekomendasikan agar dokter yang bertanggung-jawab memberikan perawatan endokrin paham betul secara medis bahwa individu transseksual membutuhkan operasi penegasan kelamin dan dokter tersebut bekerja-sama dengan dokter bedah terkait penggunaan hormon selama dan setelah operasi.


Fakta
Ketika seorang individu transseksual memutuskan  untuk menjalani operasi penegeasan kelamin, baik dokter ahli endokrin maupun psikiaternya harus menyatakan bahwa pasien yang bersangkutan memenuhi kriteria kelayakan dan kesiapan seusai dengan Standard Perawatan (SOC = Standards of Care) (28) (Tabel 17).

Terdapat sejumlah pertimbangan bahwa terapi estrogen mungkin menyebabkan meningkatnya risiko timbulnya thrombosis vena selama atau setelah operasi (21). Untuk alasan inilah, dokter bedah dan dokter ahli endokrin harus bekerja-sama dalam membuat keputusan tentang penggunaan hormon selama sebulan sebelum operasi. 

Walaupun sebuah penelitian mengatakan bahwa faktor-faktor pra-operasi seperti pemenuhan persyaratan tidak lebih penting bagi kepuasan pasien daripada hasil pasca-operasi fisik (39), beberapa penelitian lain serta pengalaman klinis membuktikan bahwa pasien-pasien yang tidak mengikuti instruksi medis dan tidak mau bekerja-sama dengan dokter-dokter mereka untuk mencapai tujuannya benar-benar tidak mencapai tujuan perawatan (155); mereka juga mengalami angka infeksi pasca-operasi dan komplikasi lain yang lebih tinggi (156, 157). 

Penting pula dicatat bahwa orang yang mengajukan operasi merasa nyaman dengan perubahan-perubahan anatomis yang telah terjadi selama terapi hormon. Ketidak-puasan terhadap akibat fisik dan sosial selama transisi dengan hormon dapat merupakan kontra-indikasi bagi operasi yang diinginkan (78). Individu transseksual harus dipantau oleh seorang dokter ahli endokrin setelah operasi. Mereka yang menjalani gonadectomy (pembuangan organ reproduksi dalam) akan membutuhkan terapi sulih hormon, pengawasan atau keduanya untuk mencegah akibat-akibat yang merugikan karena kekurangan hormon secara kronis.

Diterjemahkan oleh: Prabha Mahojjwala


Hak Cipta Terjemahan: II/2012

Copyright ©II/23/2012



Sumber: Endocrin Treatment for Transsexual Persons: An Endrocrin Society Clinical Practice Guideline. The Journal of Endocrinology and Metabolism. (J Clin Endocrinol Metab 94: 3132–3154, 2009)


Catatan: Daftar Kepustakaan yang tertulis berupa angka dalam kurung dapat dibaca/ditemukan langsung dalam The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, 94: 3132–3154, 2009 docrine Sciety Clinical Practice

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar